Untuk menembus target tersebut, Yassierli mengungkapkan sejumlah target yang akan dilakukan Kemnaker yang di antaranya memperkuat kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), melakukan sosialisasi lebih intens kepada instansi pendidikan.
"Kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Dikdasmen, kita juga sudah memiliki MoU dengan Kementerian Diktisaintek," ujarnya.
Selain itu, kata dia, Kemnaker akan secara aktif membuka peluang-peluang penempatan magang di luar negeri yang untuk beberapa negara selain Jepang.
"Walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," kata dia.
"Dan ini sekali lagi menjadi salah satu solusi terkait dengan bagaimana kita membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi angkatan kerja Indonesia," ujar Yassierli.
(Dhera Arizona)