sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menaker Bidik Program Magang Luar Negeri Tembus Lebih dari 20 Ribu Peserta di 2026

News editor Felldy Utama
09/04/2026 13:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli juga menargetkan bisa terus meningkatkan kepesertaan program magang luar negeri.
Menaker Bidik Program Magang Luar Negeri Tembus Lebih dari 20 Ribu Peserta di 2026. (Foto Istimewa)
Menaker Bidik Program Magang Luar Negeri Tembus Lebih dari 20 Ribu Peserta di 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Selain program magang nasional, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli juga menargetkan bisa terus meningkatkan kepesertaan program magang luar negeri. Dia ingin program ini bisa diikuti lebih dari 20 ribu peserta.

"Tapi juga ada magang luar negeri yang menurut kami ini menjadi salah satu solusi ketenagakerjaan yang kita hadapi saat ini," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Dia melaporkan, sepanjang 2025, Kemnaker sudah mengirim hampir 20 ribu orang ke luar negeri. Sebagian besar itu dikirim ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang bermitra dengan Kemnaker.

"Dan tahun ini, kita ingin angka tersebut meningkat sesuai juga dengan instruksi dari Pak Presiden," ujarnya.

Untuk menembus target tersebut, Yassierli mengungkapkan sejumlah target yang akan dilakukan Kemnaker yang di antaranya memperkuat kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), melakukan sosialisasi lebih intens kepada instansi pendidikan.

"Kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Dikdasmen, kita juga sudah memiliki MoU dengan Kementerian Diktisaintek," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Kemnaker akan secara aktif membuka peluang-peluang penempatan magang di luar negeri yang untuk beberapa negara selain Jepang.

"Walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," kata dia.

"Dan ini sekali lagi menjadi salah satu solusi terkait dengan bagaimana kita membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi angkatan kerja Indonesia," ujar Yassierli.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement