Dia menjelaskan, kondisi madrasah yang akan diperbaiki sangat beragam. Sebagian mengalami kerusakan berat, sebagian lainnya memerlukan rehabilitasi sedang maupun peningkatan fasilitas pendukung.
Karena itu, pemerintah menyesuaikan bentuk intervensi berdasarkan kondisi masing-masing bangunan agar perbaikan yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Ada yang rusaknya berat, ada yang rusaknya sedang. Semuanya kita coba lakukan perbaikan,” katanya.
AHY menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung proses pendidikan. Menurutnya, investasi pada fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia.