Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Trump, yang melancarkan perang terhadap Iran pada Februari lalu bersama dengan Israel. konflik itu mengerek harga bahan bakar dan biaya hidup dan membuat popularitas Trump anjlok.
Pada Senin, Iran menyatakan bahwa pihaknya masih saling bertukar pesan dengan pihak AS melalui perantara. Teheran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada langkah Washington untuk memenuhi sejumlah tuntutannya. (Wahyu Dwi Anggoro)