sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara di Aceh, Ditargetkan Selesai Sebelum Ramadan

News editor Iqbal Dwi Purnama
21/01/2026 08:32 WIB
Kementerian PU mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Kementerian PU mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. PU)
Kementerian PU mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. (Foto: Dok. PU)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Diharapkan, tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda saat memasuki bulan suci Ramadan.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, saat ini, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang dengan progres 98,75 persen dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan maksimal," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026). 

Huntara Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat yang memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat di tengah kondisi pascabencana. Pembangunan ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1.

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 m² dengan total luas bangunan 2.052 m², terdiri dari 7 blok hunian dan mushola. Sebanyak 114 modul dibangun untuk menampung 84 KK atau sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air. Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek, serta pasokan listrik dari PLN. 

Dody menekankan, penyelesaian huntara sebelum Ramadan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

"Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana," ujarnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement