sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemimpin Daerah Awards 2026, Menkop Tekankan Peran Vital Pemda Sukseskan Kopdes Merah Putih

News editor Rohman Wibowo
28/08/2026 07:55 WIB
Peranan kepala daerah lantas dinilai krusial karena realisasi KDMP turut melibatkan pemerintah daerah dalam koordinasi di level akar rumput hingga desa.
Pemimpin Daerah Awards 2026, Menkop Tekankan Peran Vital Pemda Sukseskan Kopdes Merah Putih. (Foto Rohman/IMG)
Pemimpin Daerah Awards 2026, Menkop Tekankan Peran Vital Pemda Sukseskan Kopdes Merah Putih. (Foto Rohman/IMG)

IDXChannel - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) diproyeksikan menjadi pilar kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan warga.

Peranan kepala daerah lantas dinilai krusial karena realisasi KDMP turut melibatkan pemerintah daerah dalam koordinasi di level akar rumput hingga pemerintahan desa atau kelurahan. Seturut itu, dampak koperasi yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini pula bakal berdampak secara ekonomi bagi pemerintah daerah (pemda).

Atas dasar itu, realisasi percepatan program strategis yang berakar dari kerja keras jajaran pemerintah daerah di seluruh penjuru tanah air ini patut diganjar apresiasi. 

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam gelaran Pemimpin Daerah Awards 2026 yang berlangsung di iNews Tower, Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam. Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi kepala daerah yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan melalui kebijakannya.

"Penghargaan ini sebetulnya harusnya didedikasikan justru untuk seluruh kepala daerah, gubernur, bupati, wali kota di seluruh Indonesia yang khususnya untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Mereka sebenarnya banyak membantu dari mulai proses pembentukan akta, pembentukan forum musyawarah desa khusus, maupun pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat perlengkapannya," ujar Ferry.

Ferry menitikberatkan program Koperasi Merah Putih segera memasuki tahap operasional penuh seiring hampir rampungnya proses verifikasi dan validasi kelayakan fisik gerai serta pergudangan. Payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai reposisi dan restrukturisasi koperasi juga ditargetkan rampung dalam waktu dekat, diiringi penempatan penyertaan modal dari bank-bank Himbara, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga perbankan desa.

Kehadiran jaringan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diyakini mampu membuka sumber penerimaan baru bagi kas daerah. Penguatan basis ekonomi rakyat ini dirancang agar akselerasi pembangunan tidak lagi bertumpu semata pada korporasibbesar.

"Mudah-mudahan keberadaan kehadiran KDMP ini bisa membantu daerah-daerah, adab perputaran uang di desa-desa, ada peningkatan APBD di setiap kabupaten. Mudah-mudahan dengan keberadaan koperasi bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, bisa lebih naik secara signifikan, tidak hanya lagi ditopang olehbkekuatan swasta atau BUMD, BUMN," ujar Ferry.

Langkah penguatan Koperasi Merah Putih ini sekaligus menjadi momentum koreksi terhadap arah kebijakan ekonomi nasional yang dinilai sempat terlalu condong pada mekanisme pasar bebas dan paham neoliberal selama lebih dari tiga dasawarsa. Praktik individualistis yang mengabaikan kebersamaan dinilai telah menggeser ruh ekonomi konstitusi yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.

Arah kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo dinilai menjadi tonggak kebangkitan kedaulatan ekonomi kerakyatan. Kebijakan negara kini kembali diposisikan untuk mengawal cita-cita kesejahteraan bersama yang telah diletakkan para pendiri bangsa.

"Tapi di tangan kepemimpinan Pak Prabowo Subianto sekarang setelah beliau terpilih menjadi Presiden, negara hadir lagi untuk mengatur sistem dan praktik kita kembali kepada yang dipikirkan oleh Bung Hatta dan para kaum founding fathers kita," kata Ferry.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement