IDXChannel - Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara seiring kebutuhan komputasi dan data center (DC) yang meningkat pesat.
Di tengah keterbatasan pasokan listrik dan lahan di sejumlah pasar, Indonesia dinilai memiliki modal yang cukup kuat untuk menampung gelombang ekspansi berikutnya.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Bob Setiadi, Rut Yesika Simak, dan Elizabeth Noviana mengatakan akselerasi permintaan AI saat ini berlangsung lebih cepat dibandingkan pembangunan infrastrukturnya.
Menurut mereka, kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia, terutama karena negara ini memiliki tarif listrik yang kompetitif, ketersediaan lahan yang relatif melimpah, serta pasar domestik yang besar.
“Peluang AI di Indonesia bukan sekadar cerita semikonduktor, melainkan lebih kepada infrastruktur, listrik, konektivitas, dan adopsi oleh perusahaan,” tulis ketiganya dalam riset bertajuk SEA’s Next Major AI Infrastructure Markets pada 24 Agustus 2026.