Potensi tersebut tercermin dari impor yang berkaitan dengan AI. CGSI mencatat impor produk yang menjadi proksi aktivitas AI Indonesia mencapai sekitar USD2,5 miliar pada 2025, melonjak 200 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menjadi yang tercepat di antara pasar utama Asia Tenggara.
Kapasitas Data Center Berpotensi Melonjak
Indonesia juga tengah memasuki fase ekspansi kapasitas data center yang agresif.
Mengutip Indonesian Data Centre Providers Association (IDPRO), CGSI memperkirakan kapasitas data center Indonesia hampir tiga kali lipat menjadi 1,7 gigawatt (GW) pada akhir 2026 dari sekitar 650 megawatt (MW) pada Agustus 2026.
Sejak 2018 hingga Agustus 2026, Indonesia telah menarik sekitar USD15 miliar komitmen investasi terkait AI dan data center. Sejumlah investasi tersebut berasal dari perusahaan teknologi global, termasuk Amazon Web Services (AWS) sekitar USD5 miliar dan Microsoft sekitar USD1,7 miliar.
Indonesia juga mulai menarik investasi dari pemain AI NeoCloud, yakni penyedia infrastruktur komputasi yang menawarkan kapasitas AI secara fleksibel.