Pada Agustus 2026, Zankore, perusahaan patungan Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, mengumumkan rencana pengembangan kapasitas AI hingga 1 GW di Asia Tenggara. Tahap pertama di Indonesia diproyeksikan mencapai 200 MW dan ditargetkan beroperasi pada semester I-2027.
Sementara itu, CoreWeave berencana menambah kapasitas sebesar 360 MW melalui tiga fasilitas data center di Indonesia, dengan kapasitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.
ISAT Jadi Kandidat Utama
Di tengah perkembangan tersebut, CGSI menilai PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten yang paling berpotensi menikmati pertumbuhan ekosistem AI dan data center.
“ISAT dinilai menjadi emiten yang paling berpotensi diuntungkan dari peluang ini,” tulis analis CGSI.
Penilaian tersebut didukung oleh platform ISAT yang dinilai dapat diskalakan, komitmen perseroan mengembangkan bisnis AI NeoCloud, serta kepemilikan minoritas di BDx Indonesia.