sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemudik Motor Mulai Terlihat di Kalimalang Bekasi pada H-5 Idulfitri

News editor Jonathan Simanjuntak
15/03/2026 21:05 WIB
Arus mudik Lebaran mulai terlihat di Jalan Kalimalang, Bekasi, pada H-5 Hari Raya Idulfitri, Minggu (15/3/2026). Sejumlah pemudik menggunakan sepeda motor.
Pemudik Motor Mulai Terlihat di Kalimalang Bekasi pada H-5 Idulfitri. (Foto: Jonathan Simanjuntak/iNews Media Group)
Pemudik Motor Mulai Terlihat di Kalimalang Bekasi pada H-5 Idulfitri. (Foto: Jonathan Simanjuntak/iNews Media Group)

IDXChannel - Arus mudik Lebaran mulai terlihat di Jalan Kalimalang, Bekasi, pada H-5 Hari Raya Idulfitri, Minggu (15/3/2026). Sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor tampak mulai terlihat di kawasan Kota Bekasi.

Pantauan di lokasi, para pemudik pengguna sepeda motor ini ditandai dengan membawa tas ransel, kardus, hingga karung yang diikat di bagian belakang motor. Beberapa pemudik bahkan membawa anggota keluarga, termasuk anak-anak, dalam perjalanan mudiknya.

Meski jumlahnya belum terlalu padat, arus kendaraan roda dua yang melintas di jalur tersebut mulai terlihat mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Para pemudik memanfaatkan waktu lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi mendekati puncak arus mudik.

Salah satu pemudik asal Klender, Pahi (42), memilih mudik menggunakan sepeda motornya. Pahi bersama istrinya mengaku memang rutin pulang ke kampung halamannya di Cirebon menggunakan sepeda motor.

"Kami dari Klender, menuju Kuningan Cirebon, paling kalau lancar perjalanan 5-6 jam," ujar Pahi saat ditemui, di Jalan Kalimalang, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2026).

Pahi tak menampik melakukan perjalanan mudik selama lima jam melelahkan. Namun demikian, ia mengaku santai mengendarai motornya untuk menghindari kecelakaan.

"Ingin pakai bus cuma mungkin bus sudah penuh, jadi pakai sepeda motor. Ya santai saja yang penting sampai," ucap dia.

Hingga berita ini ditulis, arus lalu lintas masih terlihat padat namun tidak sampai menyebabkan kemacetan.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement