IDXChannel - Umat Buddha bersiap menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada 31 Mei 2026 dengan mengusung tema besar “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan edaran tentang Vesākha Sānanda 2570 Buddhist Era.
Surat edaran tersebut menjadi pedoman pelaksanaan rangkaian kegiatan internalisasi Dharma. Melalui Vesākha Sānanda 2570 BE, Ditjen Bimas Buddha mendorong penguatan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Buddhadharma dalam kehidupan umat, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam membangun kerukunan, kepedulian sosial, dan keharmonisan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menjelaskan bahwa kegiatan Vesākha Sānanda 2570 BE menjadi momentum penting untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan umat.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap umat Buddha tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan kerukunan,” ujarnya, dikutip, Senin (4/5/2026).
Supriyadi melanjutkan, surat edaran tersebut juga bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Menteri Agama melalui kegiatan keagamaan Buddha, mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, tokoh agama, dan umat Buddha, serta mendorong terwujudnya umat Buddha yang berkarakter, harmonis, dan berintegritas.
Rangkaian kegiatan Vesākha Sānanda 2570 B.E. berlangsung selama satu bulan, yakni 1–31 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD), meliputi pembacaan paritta di vihara, cetiya, dan kampus, serta gerakan upavāsa melalui pelaksanaan Atthasīla selama satu bulan penuh.
Selain itu, dilaksanakan Samajjhañña Bhojanā setiap Senin serta Dhammasākacchā sebagai ruang dialog dan pendalaman ajaran.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, digelar kegiatan ekoteologi dan gerakan bersih-bersih rumah ibadah yang mencakup gerakan 3R (Reduce, Recycle, Re-use) di lingkungan rumah ibadah agama Buddha, perguruan tinggi keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah, serta kegiatan Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup.
Kegiatan lainnya meliputi Gerakan Upavāsa dan Berdana Pāramitā sebagai wujud praktik kebajikan dan pengendalian diri, Gerakan Eco Enzyme melalui edukasi pembuatan cairan ramah lingkungan, Piṇḍapāta Nasional Gema Waisak sebagai sarana memperkuat hubungan antara Sangha dan umat, serta penyelenggaraan Vesak Festival 2026 sebagai ruang ekspresi budaya dan spiritual umat Buddha.
Selain itu, digelar kegiatan sosial seperti karya bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan secara serentak, donor darah dan/atau pengobatan gratis, serta santunan bagi anak yatim/piatu beragama Buddha.
Rangkaian kegiatan lainnya mencakup Gerakan Hening Nusantara, roadshow lokakarya Borobudur di berbagai daerah, serta perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur.
Puncak peringatan Waisak akan dilaksanakan melalui Puja Bhakti pada 31 Mei 2026 di vihara, cetiya, sekolah, dan/atau candi Buddha di seluruh Indonesia. Selain itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha juga akan menyelenggarakan Saṅnipāta Nusantara 2026 yang direncanakan pada 14 Juni 2026.
Melalui penerbitan surat edaran ini, diharapkan nilai-nilai Dharma semakin terinternalisasi dalam kehidupan umat serta memperkuat persatuan, kerukunan, dan kontribusi umat Buddha dalam menjaga perdamaian dunia.
(Febrina Ratna Iskana)