"Nah ini kan disparitasnya sangat jauh. Nah kita ingin agar ada kerja sama Pemerintah Daerah untuk melakukan intervensi sehingga mungkin Badan Usaha Daerah di Papua ya bisa melakukan koordinasi sehingga koperasi ini bisa cabai ini bisa dibeli dari pemerintah atau badan usaha daerahnya," lanjutnya.
Saleh menilai, salah satu persoalan dalam rantai distribusi pangan adalah panjangnya jalur perdagangan yang melibatkan perantara atau middleman. Praktik tersebut dinilai turut memengaruhi harga komoditas yang diterima konsumen, termasuk beras.
Ia mengatakan, keberadaan tengkulak sudah melekat dalam ekosistem perdagangan hasil pertanian. Karena itu, pemerintah akan melakukan intervensi secara bertahap dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Middleman ini ya tengkulaklah bahasanya ya, yang memang secara budaya itu memang ada di lingkungan kehidupan petani kita. Nah ini memang pelan-pelan nanti kita akan intervensi dengan peran dari koperasi KDKMP ini ya," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)