Dalam pelaksanaannya, menurut Moeldoko, muncul pula merek-merek baru yang beroperasi di Indonesia tanpa membangun pabrik, sehingga pemerintah perlu memastikan kebijakan berjalan secara seimbang.
“Jadi ini perlu dipikirkan sebaik-baiknya,” katanya.
Moeldoko menegaskan, kepastian arah kebijakan atau predictability menjadi hal penting agar pelaku industri tidak terus menunggu kejelasan mengenai insentif dan aturan investasi.
Di sisi lain, percepatan kendaraan listrik juga harus diikuti oleh kesiapan infrastruktur pengisian daya. Ia menilai pemerataan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih perlu ditingkatkan, baik di Jakarta yang penggunaan kendaraan listriknya terus berkembang maupun di luar Jawa yang infrastrukturnya belum merata.
Melalui PEVC 2026, Moeldoko berharap berbagai pemangku kepentingan dapat merumuskan arah pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara lebih menyeluruh. Pembahasannya tidak hanya mencakup kendaraan di jalan raya, tetapi juga elektrifikasi transportasi maritim, penerbangan, logistik, hingga pemanfaatan kembali baterai.
(Nadya Kurnia)