IDXChannel - PT Indonesia Air Transport (IAT) membuka crisis center di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Upaya ini dilakukan untuk memberi informasi terbaru kepada keluarga dari 10 orang yang berada di pesawat ATR 400.
Direktur Utama IAT, Adi Tri Wibowo mengatakan, setiap kebutuhan perjalanan keluarga ke lokasi crisis center akan difasilitasi pihak perusahaan.
"Semua sudah kami siapkan dan kami sudah menghubungi pihak keluarga. Dan menginformasikan untuk bersiap apabila diminta. Dan kami akan mengakomodir," kata Adi, Sabtu (17/1/2026).
Adi melanjutykan, IAT mendapat kabar hilang kontaknya pesawat ATR 400 rute Yogjakarta-Makassar sejak pukul 12.15 WIB.
Informasi datang dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KKNKT), yang mengabarkan bahwa pesawat tersebut hilang kontak setelah lepas landas sejak pukul 08.00 WIB dari Yogyakarta.
Pesawat itu seharusnya mendarat di Makassar pada pukul 11.23 WITA.
"Namun sampai sekian lama (tidak mendarat) dikabarkan loss contact. Dari informasi yang kami terima, posisi mengarah ke bandara dan sempat diarahkan pihak ATC untuk menuju titik landing," kata Adi.
Adi memastikan total orang yang menaiki pesawat berjumlah 10 orang. Ini terdiri dari tiga penumpang dan tujuh crew.
Setelah mendapat kabar hilang kabar pesawat, pihak IAT lantas berkoordinasi dengan pihak KNKT dan Basarnas setempat.
Saat ditanya soal temuan serpihan oleh sejumlah pendaki di lereng gunung, Adi menekankan bakal menunggu informasi resmi dari pihak Basarnas yang masih melakukan upaya pencarian.
"Kami lakukan koordinasi dengan pihak Basarnas dan KNKT. Saat ini kami meluncurkan beberapa tim ke Makassar. Tim Basarnas juga ke lokasi ke titik terakhir loss contact," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)