sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Ancam Koruptor, Akan Lacak Harta Tersembunyi dengan Teknologi Pertahanan

News editor Jonathan Simanjuntak
20/05/2026 14:02 WIB
Prabowo mengingatkan seluruh pejabat hingga kepala daerah untuk tidak korupsi karena pemerintah kini memiliki kemampuan pengawasan berbasis teknologi.
Prabowo Ancam Koruptor, Akan Lacak Harta Tersembunyi dengan Teknologi Pertahanan. (Foto: TV Parlemen)
Prabowo Ancam Koruptor, Akan Lacak Harta Tersembunyi dengan Teknologi Pertahanan. (Foto: TV Parlemen)

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto mengancam akan melacak harta tersembunyi pejabat koruptor menggunakan teknologi pertahanan. Dia meyakini teknologi tersebut mampu mendeteksi bunker tersembunyi hingga di bawah tanah.

"Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih. Teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari ranjau. Kita akan pakai untuk mencari bungker-bungker di sekitar kau," tegas Prabowo saat menghadiri Rapat Paripurna di DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan seluruh pejabat hingga kepala daerah untuk tidak melakukan praktik korupsi karena pemerintah kini memiliki kemampuan pengawasan berbasis teknologi.

"Mari bersama-sama kita bersihkan aparat kita semuanya. Jangan mengira sekarang engkau jadi bupati; engkau jadi gubernur, kita tidak bisa memantau dari sini. Sekarang teknologi sudah hebat, cepat kita akan tahu kalau ada penyimpangan," tutur dia.

Prabowo juga menyinggung pemilik kebun luas ilegal yang menurutnya kini dapat terlacak tanpa perlu pengecekan langsung di lapangan. Ia menyebut pengawasan dapat dilakukan melalui teknologi satelit.

"Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira enggak akan ada pejabat yang bisa ngecek. Saudara-saudara, sekarang ada satelit. Enggak usah kita cek fisik. Kita bisa foto tiap pohon. Pohon per pohon kita bisa foto," ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo menyinggung adanya dugaan praktik perlindungan terhadap pelanggaran hukum oleh oknum aparat. Namun, ia menegaskan tidak akan ragu melakukan penindakan.

"Biasanya mereka-mereka itu ada backing-nya. Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau enggak hijau, ya, cokelat. Betul? Saya ini sebagai senior, saya sebagai alumni, saya enggak ragu-ragu, jangan mencemarkan TNI dan Polri," katanya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement