Dalam menjalankan tugasnya, Syahganda mengatakan Bakom akan meneruskan program komunikasi yang telah berjalan sekaligus memperkuat strategi komunikasi dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan algoritma digital.
Bakom juga akan mempelajari bagaimana perkembangan teknologi tersebut dapat memengaruhi penyampaian pesan antara pemerintah dan masyarakat.
“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok, tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran presiden dengan masyarakat. Jadi selain dibantu oleh teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan,” ujarnya.
Selain itu, penguatan komunikasi pemerintah juga akan dilakukan melalui dialog yang lebih intensif dengan media dan wartawan. Dialog tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat sekaligus membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
“Kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan, bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah. Jadi ada dialog yang intensif nantinya,” kata Syahganda.