sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Undang 150 Peneliti BRIN ke Istana, Pamerkan Ratusan Inovasi

News editor Binti Mufarida
06/08/2026 13:13 WIB
Selama ini BRIN telah beberapa kali mempresentasikan hasil riset dalam rapat terbatas, baik di Hambalang maupun di Istana.
Prabowo Undang 150 Peneliti BRIN ke Istana, Pamerkan Ratusan Inovasi
Prabowo Undang 150 Peneliti BRIN ke Istana, Pamerkan Ratusan Inovasi

Arif melanjutkan, terdapat sekitar 12 klaster riset dengan total produk inovasi yang telah dikurasi mencapai 150 hingga 200 produk.

"Produk kita ada sekitar 12 klaster ya. Jadi 12 klaster ya produk kurang lebih setelah dikurasi ya di atas 150 ya produk ya. 150 sampai 200 produk ya," kata Arif.

Presiden Prabowo juga dijadwalkan berkeliling melihat berbagai inovasi tersebut dan berdialog langsung dengan para peneliti.

"Nanti semua itu akan kami paparkan dan Bapak Presiden juga nanti akan berkeliling untuk melihat inovasi-inovasi kita dan kemudian langsung kami pertemukan dengan perisetnya, penelitinya, dan di situlah beliau nanti akan memberikan arahan kepada kita," katanta.

Arif mengatakan, salah satu inovasi unggulan yang dipamerkan berasal dari sektor energi, yakni teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang dinilai berpotensi menjadi alternatif pengganti LPG.

"Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," katanya.

Selain energi, BRIN juga membawa berbagai hasil riset di bidang pangan, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang hingga dukungan teknologi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kampung nelayan.

Di sektor pangan, Arif menyebut BRIN telah mengembangkan varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi.

"Begitu pula dalam bidang pangan, kami juga punya peralatan pertanian, juga punya varietas-varietas unggul yang Bapak Presiden juga sering menyampaikan tentang bagaimana menghasilkan padi di lokasi yang memang memiliki lahan asin. Nah itu padi biosalin," katanya.

Menurut Arif, BRIN juga tengah menyusun peta jalan riset Indonesia hingga 2045 bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memberikan arah pengembangan riset nasional ke depan.

Diamenegaskan, para peneliti semakin termotivasi karena Presiden Prabowo memiliki komitmen besar menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi kemajuan ekonomi Indonesia.

"Tapi yang jelas kami sangat mengingat pesan dari Bapak Presiden bahwa penguasaan teknologi itu adalah martabat bangsa. Ini yang beliau sering kali sampaikan dan itu kami semakin bersemangat untuk bisa melakukan riset, untuk menghasilkan inovasi karena memang Bapak Presiden punya komitmen besar bahwa riset dan inovasi itu akan menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi Indonesia," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement