Pramono meyakini kedekatan emosional antara guru dan peserta didik dapat membantu Pemprov DKI Jakarta mensosialisasikan gerakan pilah sampah tersebut.
"Karena saya tahu bagaimana hubungan guru-guru PAUD dengan siswanya, pasti hubungannya sudah emosionalnya bersifat sangat personal. Kalau ini dimulai dari tingkat paling bawah, dampaknya yang tidak diperhitungkan selama ini akan sangat terasa," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa TPST Bantargebang, Kota Bekasi, mulai 1 Agustus kemarin, telah memberlakukan bahwa hanya menerima sampah residu. Dengan begitu, saat ini tidak semua jenis sampah dari Jakarta bisa langsung dibuang ke TPST Bantargebang.
"Yang dibuang ke Bantar Gebang tidak lagi seperti dulu secara keseluruhan. Karena sudah kita pilah, maka yang didumping di Bantar Gebang mulai 1 Agustus kemarin adalah residunya," ucapnya.
(Nadya Kurnia)