Prabowo menambahkan Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk memastikan pengelolaan Selat Malaka tetap sejalan dengan ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
"Kita akan terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk memastikan, sesuai dengan UNCLOS 1982, bahwa Selat Malaka akan selalu terbuka bagi semua, aman, dan dapat diakses oleh siapa pun yang memerlukan akses. Saya kira itu adalah ketegasan kita, dan saya yakinkan kepada kawan-kawan di Singapura," papar Prabowo.
Kepala Negara juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Singapura. Menurutnya, hubungan yang erat antara kedua negara tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Singapura, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.
"Sikap Indonesia, dan sikap saya pribadi sejak dahulu, saya kira sudah saya buktikan selama puluhan tahun. Komitmen dan keyakinan saya adalah bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik serta menjalin kerja sama yang baik," kata Prabowo.
"Dengan kerja sama yang baik, hal ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura, tetapi juga akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)