Meski demikian, babak pertama pertandingan tetap berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Moriba dkk.
Memasuki babak kedua, aksi saling serang masih terus diperagakan oleh kedua tim. Skuat Garuda Muda yang ingin mengejar ketertinggalan mencoba menaikkan tempo permainan.
Di lain pihak, Moriba cs yang tak ingin tertekan mencoba untuk tetap menampilkan permainan menyerang, dengan mengandalkan keunggulan dalam hal kecepatan.
Bahkan, tim Guinea sempat mendapatkan penalti kedua, buntut dari pelanggaran yang dilakukan oleh Alfreanda Dewangga di kotak 12 pas.
Dalam tayangan ulang nampak terlihat bahwa aksi Dewangga cukup bersih, namun wasit tetap kukuh dalam keputusannya, sehingga membuat pelatih Shin Tae-Yong terpancing emosi, dan terpaksa mendapatkan kartu merah.