sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Speedboat Tenggelam Imbas Cuaca Buruk di Perairan Gorontalo, Nakhoda Belum Ditemukan

News editor Iqbal Dwi Purnama
26/07/2026 09:22 WIB
Seluruh 12 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu awak kapal masih dalam pencarian.
Speedboat Tenggelam Imbas Cuaca Buruk di Perairan Gorontalo, Nakhoda Belum Ditemukan (FOTO:Dok Ist)
Speedboat Tenggelam Imbas Cuaca Buruk di Perairan Gorontalo, Nakhoda Belum Ditemukan (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan mengungkapkan tenggelamnya speedboat SB di perairan Teluk Tomini, Gorontalo disebabkan karena kapal mengalami mati mesin sebelum dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi

Seluruh 12 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu awak kapal masih dalam pencarian.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan berdasarkan informasi awal di lapangan, gangguan teknis pada mesin menjadi awal insiden yang kemudian diperparah kondisi hidrometeorologi di lokasi kejadian. Saat malam hari, gelombang semakin tinggi disertai cuaca buruk sehingga operasi penyelamatan sempat terhambat.

"Berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (25/7) pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan 12 orang dalam keadaan selamat, termasuk 11 warga negara asing (WNA). Seluruh korban telah dievakuasi ke Resort Sanctum di Una-Una sebelum dibawa ke RSUD Ampana untuk pemeriksaan medis," ujar Masyhud dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026). 

Sementara itu, satu awak kapal yang juga nahkoda, Ferdiansyah, masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan korban selamat untuk mempercepat proses pencarian.

Speedboat SB. Mister Un yang dioperasikan PT Farmaz Jaya Abadi berangkat dari Pelabuhan Una-Una menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7) pukul 07.30 WITA dengan membawa 13 orang, terdiri atas 11 penumpang WNA dan dua awak kapal.

Kementerian Perhubungan menyatakan operasi SAR melibatkan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana, serta unsur terkait lainnya. Pencarian sempat dihentikan pada Jumat malam akibat gelombang tinggi demi keselamatan personel sebelum kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan kesiapan teknis kapal serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum pelayaran dilakukan. Ditjen Perhubungan Laut mengimbau seluruh operator kapal agar meningkatkan pemeriksaan armada dan mengutamakan aspek keselamatan pelayaran guna mencegah insiden serupa.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement