IDXChannel - Kapal pengangkut gas alam cair (LNG) bernama Mraikh melintasi Selat Hormuz pada Kamis (18/6/2026), setelah Nota Kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dilansir dari Bloomberg, MoU tersebut salah satunya bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tertutup akibat perang antara AS-Israel dan Iran.
Menurut data pelacakan kapal, Mraikh dan kapal lainnya bernama Ye Chi melintasi Selat Hormuz melalui rute yang ditetapkan Iran.
Mraikh, yang disewa oleh QatarEnergy, mengisyaratkan Pelabuhan Qasim di Pakistan sebagai tujuan selanjutnya. Ye Chi, yang dikelola oleh anak perusahaan Cosco Shipping asal China, tidak mencantumkan tujuan yang jelas.
Belum jelas apakah penyeberangan kedua kapal tersebut dikoordinasikan dengan Teheran.