Trump juga mengaku telah memperingatkan pejabat Iran bahwa penutupan Selat Hormuz dapat mengancam keberlangsungan negara mereka. Dia juga disebut mengancam akan mengambil alih jalur pelayaran strategis tersebut.
Dalam pembicaraan di Swiss, di mana pejabat AS dan Iran bertemu dengan mediator dari Qatar, Vance meremehkan dampak kekerasan di Lebanon dan mengatakan telah ada kemajuan menuju penghentian permusuhan di sana.
Meski Trump mengancam Iran, Vance mengatakan kepada wartawan bahwa presiden AS meminta membuka lembaran baru untuk mengubah hubungan dengan rakyat Iran.
Kedua pihak yang bertikai tidak melakukan sesi foto bersama. Sebelum Vance berbicara, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sempat masuk ruangan dan memeluk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menjadi mediator. Araqchi tidak berinteraksi secara publik dengan Vance.
Larut malam pada Minggu waktu setempat, diplomat AS mengatakan kepada Axios bahwa dalam pembicaraan tersebut telah ada kemajuan baik untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Pembicaraan juga berfokus pada penegakan gencatan senjata di Lebanon serta kesepakatan nuklir.
(NIA DEVIYANA)