“Tidak ada yang bisa memahaminya. Hanya ada pertanyaan yang tidak terjawab dan ketidakpastian yang semakin meningkat bagi Uni Eropa dan mitra dagang AS lainnya," katanya.
Parlemen Eropa pernah membekukan proses ratifikasi ini, dipicu upaya Trump mencaplok Greenland dari Denmark.
Kesepakatan yang dicapai musim panas lalu itu akan memberlakukan tarif 15 persen pada sebagian besar ekspor Uni Eropa ke AS, serta menghapus tarif pada barang-barang AS yang masuk ke blok tersebut. AS juga akan tetap memberlakukan tarif 50 persen pada impor baja dan aluminium Eropa.
Blok tersebut menyetujui kesepakatan yang timpang ini dengan harapan menghindari perang dagang besar-besaran dengan Washington dan mempertahankan dukungan keamanan AS, khususnya terkait Ukraina.
Parlemen Eropa sebelumnya menargetkan untuk meratifikasi perjanjian tersebut pada Maret 2026. (Wahyu Dwi Anggoro)