sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Uni Eropa Percepat Negosiasi Dagang dengan 4 Negara ASEAN, Ada Indonesia

News editor Wahyu Dwi Anggoro
08/05/2025 10:38 WIB
Uni Eropa (UE) mempercepat perundingan perdagangan bebas dengan sejumlah negara Asia.
Uni Eropa Percepat Negosiasi Dagang dengan 4 Negara ASEAN, Ada Indonesia. (Foto: Inggris)
Uni Eropa Percepat Negosiasi Dagang dengan 4 Negara ASEAN, Ada Indonesia. (Foto: Inggris)

IDXChannel - Uni Eropa (UE) mempercepat perundingan perdagangan bebas dengan sejumlah negara Asia menyusul tarif tinggi yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa dalam konteks geopolitik saat ini, kami memastikan bahwa UE tidak menaruh semua telurnya dalam satu keranjang," kata Komisaris Perdagangan UE Maros Sefcovic, dilansir dari AFP pada Kamis (8/5/2025).

"Secara bilateral, kami mempercepat perundingan dengan Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia," katanya.

Keempat negara tersebut merupakan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), kawasan dengan lebih dari 650 juta orang.

Sefcovic menyampaikan hal itu di Singapura, seusai menandatangani kesepakatan perjanjian perdagangan digital antara UE dan negara-kota tersebut.

"Dan kami juga meningkatkan diskusi dengan India. Kami baru saja melakukan putaran negosiasi minggu lalu," kata Sefcovic.

"Tujuan kami di sini juga sangat jelas: untuk terus menandatangani perjanjian dan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan, tepercaya, dan dapat diprediksi dalam lanskap global yang berubah dengan cepat," katanya.

Komisioner tersebut mengatakan UE juga melihat potensi peningkatan kerja sama dengan anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

Trump mengenakan serangkaian tarif yang lebih tinggi pada Eropa sejak Maret 2025. Ia mengenakan tarif 20 persen terhadap barang UE bulan lalu, sebelum mengumumkan jeda selama 90 hari yang akan berakhir pada Juli 2025.

Menurut Sefcovic, negosiasi dengan Washington merupakan salah satu prioritas, tetapi UE tidak akan mengorbankan kepentingannya untuk mencapai kesepakatan. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement