Pada aspek sosial, Unilever Indonesia mencatat 43,2 persen posisi manajerial senior ditempati perempuan. Perusahaan juga membukukan nol kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian serta menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) di seluruh fasilitas produksi. Selain itu, sebanyak 87 persen produk makanan telah memenuhi Highest Nutrition Standard (HNS) berdasarkan standar internal Unilever dan acuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sementara pada aspek tata kelola, implementasi ESG berada di bawah pengawasan Direksi, Business Integrity Committee, serta Central Safety, Health and Environmental Committee. Perusahaan juga mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance selama delapan tahun berturut-turut melalui skor 111,13 dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Selain itu, Unilever Indonesia mencatat S&P Global ESG Score sebesar 52, IDX ESG Score sebesar 18,21, serta mempertahankan peringkat PROPER Biru untuk seluruh fasilitas produksinya selama tiga tahun berturut-turut.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat upaya untuk menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tutup Nurdiana.
(Shifa Nurhaliza Putri)