sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Update Korban Gempa NTT: 72 Orang Meninggal, 82.691 Mengungsi

News editor Binti Mufarida
20/08/2026 14:05 WIB
Berdasarkan pembaruan data BNPB per Kamis (20/8/2026) pukul 09.00 WIB, gempa tersebut berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. 
Update Korban Gempa NTT: 72 Orang Meninggal, 82.691 Mengungsi. (Foto: BNPB)
Update Korban Gempa NTT: 72 Orang Meninggal, 82.691 Mengungsi. (Foto: BNPB)

IDXChannelGempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB mengakibatkan 72 orang meninggal dunia. Sebanyak 900 orang mengalami luka-luka dan 82.691 orang mengungsi.

Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (20/8/2026) pukul 09.00 WIB, gempa tersebut berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. 

"Ada 72 orang meninggal dunia, 900 orang luka-luka, dan 82.691 orang mengungsi. Selain korban jiwa, sebanyak 18.019 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut," tulis data BNPB.

Dari sisi kerusakan material, BNPB mencatat sebanyak 29.001 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 11.699 rumah rusak berat, 6.542 rumah rusak sedang, dan 10.760 rumah rusak ringan.

"Gempa juga berdampak pada berbagai fasilitas. Sebanyak 804 fasilitas pendidikan, 237 fasilitas kesehatan, satu gudang logistik, 116 fasilitas umum, satu pasar, 195 rumah ibadah, 257 unit kantor, sembilan fasilitas irigasi, 45 titik jalan, dan 16 jembatan mengalami kerusakan atau terdampak," dalam data BNPB tersebut.

Pasca gempa, BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat. Fokus penanganan meliputi pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar.

"Penanganan difokuskan pada SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar," tulis keterangan BNPB.

Pemerintah pusat juga telah membentuk Posko Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere. Posko ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi penanganan di wilayah terdampak.

Dalam pencarian dan pertolongan, Basarnas mengoordinasikan personel gabungan untuk menjangkau warga terdampak yang belum ditemukan. BNPB juga menyebut sebanyak 40 titik longsoran telah ditangani, empat titik patahan jalan telah ditangani, serta lima titik jembatan dan plitur yang masih dapat difungsikan.

"Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) dari Kementerian Kesehatan telah aktif di sejumlah wilayah terdampak," tulis keterangan tersebut.

Sementara itu, pemulihan akses transportasi terus dilakukan. PT PLN telah melakukan pemulihan jaringan listrik di seluruh sembilan ruas jalan nasional yang terdampak. Delapan ruas jalan bagian dari jalur Trans Flores, mulai Labuan Bajo-Ende-Maumere, telah kembali berfungsi normal, sedangkan ruas Ruteng-Reo-Kedindi juga telah kembali dapat dilalui.

Pemulihan komunikasi menjadi prioritas untuk mendukung posko atau command center penanganan darurat, fasilitas kesehatan, layanan pengungsian, pelayanan pemerintahan, serta titik operasional petugas di lapangan.

Di sektor energi, Pertamina memastikan sebagian besar SPBU di wilayah Flores sudah kembali beroperasi normal untuk melayani masyarakat. Pertamina juga menyalurkan BBM sebanyak 2,5 ton dan 1 ton BBM solar untuk penanganan darurat di Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, pemulihan jaringan untuk sektor ketenagalistrikan terus dilakukan. PLN mencatat 100 persen penyulang, 11 trafo GI, 59 penyulang, dan 3.478 gardu distribusi telah menyala kembali.

Dalam penanganan logistik, pada 19 Agustus 2026 bantuan logistik didistribusikan melalui jalur udara. Bantuan antara lain dikirim menuju Labuan Bajo dan Maumere menggunakan sejumlah pesawat.

BNPB juga mengerahkan berbagai dukungan transportasi udara dan darat untuk mempercepat distribusi bantuan serta mobilisasi personel ke wilayah terdampak.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement