Pasca gempa, BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat. Fokus penanganan meliputi pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar.
"Penanganan difokuskan pada SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar," tulis keterangan BNPB.
Pemerintah pusat juga telah membentuk Posko Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere. Posko ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi penanganan di wilayah terdampak.
Dalam pencarian dan pertolongan, Basarnas mengoordinasikan personel gabungan untuk menjangkau warga terdampak yang belum ditemukan. BNPB juga menyebut sebanyak 40 titik longsoran telah ditangani, empat titik patahan jalan telah ditangani, serta lima titik jembatan dan plitur yang masih dapat difungsikan.
"Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) dari Kementerian Kesehatan telah aktif di sejumlah wilayah terdampak," tulis keterangan tersebut.