Selain itu, memberikan makanan sebelum bayi siap berisiko menyebabkan tersedak, aspirasi, dan gangguan pemberian makan. Terkait telur mentah yang diberikan pada bayi, selain belum sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir, telur mentah juga memiliki risiko keamanan pangan.
IDAI mengingatkan bahwa telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella, yang menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Gejalanya dapat berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, hingga dehidrasi.
Pada bayi dan anak kecil, infeksi tersebut berpotensi berlangsung lebih berat dan menimbulkan komplikasi serius. Karena itu, IDAI tidak menganjurkan pemberian telur mentah atau setengah matang kepada bayi dan anak.
Untuk itu, IDAI mengimbau orang tua dan pengasuh untuk mengutamakan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Apabila ASI tidak dapat diberikan, penggunaan susu formula bayi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan indikasi medis.
Orang tua juga dianjurkan berkonsultasi dengan dokter apabila ragu mengenai kecukupan ASI, waktu memulai MPASI, kesiapan bayi menerima makanan, maupun pilihan makanan yang aman.
(Nadya Kurnia)