sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Waduk PLTA Batang Toru Mulai Digenangi, ESDM Optimistis Pasokan Listrik Sumut Aman Jelang Nataru

News editor Nia Deviyana
11/10/2026 03:00 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot optimistis pasokan listrik Sumatera bagian utara segera mendapat tambahan tenaga menjelang Natal dan
Waduk PLTA Batang Toru Mulai Digenangi, ESDM Optimistis Pasokan Listrik Sumut Aman Jelang Nataru. Foto: iNews Media Group.
Waduk PLTA Batang Toru Mulai Digenangi, ESDM Optimistis Pasokan Listrik Sumut Aman Jelang Nataru. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot optimistis pasokan listrik Sumatera bagian utara segera mendapat tambahan tenaga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai digenangi.

Yuliot menargetkan pembangkit ini dapat beroperasi untuk menyambut lonjakan kebutuhan listrik pada periode Natal dan Tahun Baru.

Kehadiran PLTA Batang Toru dinilai mendesak karena kebutuhan listrik biasanya melonjak saat Natal dan Tahun Baru, sementara cadangan operasional sistem kelistrikan Sumatera masih tipis.

"Cadangan operasional hanya 4 persen. Idealnya kan sekitar 15 sampai 20 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

PLN menambahkan, sistem Sumatera bagian utara saat ini masih ditopang pasokan dari Sumatera bagian selatan melalui jaringan transmisi. Dengan pertumbuhan beban Sumatera Utara sekitar 100-120 MW per tahun, tambahan 510 MW dari Batang Toru dapat menopang kebutuhan provinsi itu hingga empat sampai lima tahun ke depan.

Yuliot menjelaskan, penggenangan menjadi syarat untuk menguji seluruh fasilitas pembangkit, mulai dari powerhouse, ketinggian genangan sesuai target, hingga penyaluran daya ke jaringan transmisi.

"Jadi, tanpa penggenangan, kita tidak bisa melakukan uji coba atas seluruh fasilitas yang ada di sini," ujar Yuliot.

Seluruh kegiatan penggenangan dilakukan percepatan pada triwulan IV 2026, disertai uji coba seluruh instrumen selama dua pekan. Setelah itu, pembangkit akan diuji untuk masuk ke jaringan PLN sebelum resmi beroperasi.

"Dari Kementerian ESDM tinggal memastikan bisa berjalan baik. Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi," kata Yuliot.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement