Bulan ini, AS memberlakukan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran di sektor emas, teknologi, aset digital, penerbangan, dan transportasi maritim, dengan tujuan melumpuhkan pemerintahan Negeri Mullah tersebut.
Washington juga mengancam sekutu Iran dengan sanksi. China, importir utama minyak Iran, menentang ancaman sanksi AS dan menegaskan akan membela kepentingannya.
Rusia dan Iran, yang sama-sama dikenai banyak sanksi oleh Barat, telah memperdalam hubungan militer dan ekonomi mereka dalam beberapa tahun ke belakang. (Wahyu Dwi Anggoro)