Hingga pertengahan 2026, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 340 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp55,17 triliun.
Menurut Anggoro, fasilitasi sertifikasi halal tersebut diharapkan dapat mempercepat standardisasi produk makanan dan minuman UMKM.
“Kami berharap fasilitas ini meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat daya saing, dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui sinergi dengan BPJPH dan asosiasi pelaku usaha, BSI berkomitmen terus menghadirkan solusi bagi UMKM, mulai dari pembiayaan, pembayaran digital, hingga penguatan standar halal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM Indonesia naik kelas, memperluas pasar, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam industri halal global.
(kunthi fahmar sandy)