AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

BSI Jadikan Mobile Banking Sebagai Lokomotif Ekonomi Syariah

SYARIAH
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 30 September 2021 17:18 WIB
BSI Mobile akan menjadi salah satu aplikasi perbankan terlengkap untuk melayani seluruh kebutuhan nasabah baik kebutuhan finansial, sosial maupun spiritual.
BSI Jadikan Mobile Banking Sebagai Lokomotif Ekonomi Syariah
BSI Jadikan Mobile Banking Sebagai Lokomotif Ekonomi Syariah

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus mengembangkan inovasi dan digitalisasi produk untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan masyarakat Indonesia secara umum. BSI Mobile akan menjadi salah satu aplikasi perbankan terlengkap untuk melayani seluruh kebutuhan nasabah baik kebutuhan finansial, sosial maupun spiritual.
 
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, saat ini BSI sudah memperkuat e-channel untuk melayani transaksi nasabah. Ini sejalan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, sehingga masyarakat lebih memilih bertransaksi mobile dibandingkan datang ke cabang. Nantinya, frontliner di cabang akan menjadi penasihat keuangan nasabah.
 
“Mobile banking saat sudah jadi andalan BSI. Sekarang transaksi di BSI melalui e-channel mencapai 95 persen dan hanya 5 persen yang ke cabang. Kami terus berinovasi menghadirkan beyond banking services untuk mobile banking. Karena melalui mobile banking BSI, nasabah juga bisa melakukan pembelian emas, penyaluran ZISWAF, membuka rekening online, mengajukan pembiayaan, melihat waktu sholat, dan berbagai kegiatan perbankan lainnya,” ujar Hery saat menjadi pembicara dalam acara Islamic Finance Summit 2021 di Yogyakarta, Kamis (30/9/2021).
 
Sementara terkait peran BSI sebagai lokomotif pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, Hery menegaskan BSI terus membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, salah satunya lewat kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders agar mereka bisa memanfaatkan teknologi digital. 

Dengan begitu, lanjut Hery, BSI bisa menghimpun dana yang lebih besar lewat optimalisasi dana ZISWAF serta menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor industri halal di Indonesia.
 
Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dalam sambutannya mengatakan industri halal yang sedang berkembang saat ini harus dikembangkan dengan lebih komperhensif dan berkesinambungan. Sektor perbankan dan ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi sumber pembiayaan bagi pelaku ekonomi, khususnya industri halal. Wapres menyebut pada laporan ekonomi syariah 2020 yang diterbitkan BI, industri jasa keuangan syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp434,52 triliun, naik 6,27 persen dibanding pada 2019.
 
“Sudah ada link and match antara kebutuhan ekonomi syariah dengan pembiayaan syariah dari sisi sektoral usaha. Seiring dengan tuntutan dinamika pasar di era digital, lembaga keuangan syariah dituntut untuk lebih adaptif dengan menciptakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Pemerintah juga terus mengupayakan penguatan keuangan syariah ini,” ucap Ma'ruf.
 
Pada semester I tahun 2021, BSI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun, naik 34,29 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy). Kenaikan laba pada semester I tahun ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas.
 
Dengan kinerja tersebut, BSI berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021, naik sekitar 15,16 persen secara yoy. Untuk pembiayaan, BSI menyalurkan Rp161,5 triliun, naik 11,73 persen secara yoy. Dengan angka tersebut, BSI menguasai pangsa pasar industri perbankan Syariah di Indonesia saat ini.
 
Untuk menjaga pertumbuhan ke depan, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital. Hal ini dapat dilihat dari volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021. Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun. Hal ini didorong oleh jumlah user mobile banking yang menembus 2,5 juta pengguna. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD