AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Harga Tiket Pesawat Bikin Biaya Umrah Melambung, Penyelenggara Mengeluh

SYARIAH
Ikhsan PSP
Selasa, 02 Agustus 2022 14:37 WIB
Sekjen AMPHURI, Farid Al Jawi, menyampaikan keluhan penyelenggara umrah terkait kenaikan harga tiket pesawat.
Harga Tiket Pesawat Bikin Biaya Umrah Melambung, Penyelenggara Mengeluh. (Foto: MNC Media)
Harga Tiket Pesawat Bikin Biaya Umrah Melambung, Penyelenggara Mengeluh. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Farid Al Jawi, menyampaikan keluhan penyelenggara umrah terkait kenaikan harga tiket pesawat. Dia menjelaskan hal tersebut menyebabkan kenaikan harga umrah mencapai 67% dari harga paket sebelumnya.

"Range kenaikannya antara 1,5 juta sampai 2,5 juta. Ini tentunya sangat memberatkan karena kadang penyelenggara juga mengambil keuntungan tidak sebesar itu," kata Farid dalam program Market Review di IDX Channel, Selasa (2/8/2022).

Farid berharap ada diskusi terkait berapa kenaikan harga yang layak. Dia menilai kenaikan yang terjadi saat ini dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan para penyelenggara umrah. 

Selain itu, penting melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kenaikan harga umrah. Sehingga tidak ada persepsi negatif yang timbul akibat kebijakan tersebut. 

"Kalau masyarakat tidak bisa menerima artinya ini menjadi dampak bagi kami, kami akan dianggap tidak professional, kami dianggap tidak amanah sehingga akan membuat industri haji dan umrah ini dinilai masyarakat kurang baik," terangnya.

Di sisi lain Farid memahami maksud dari kebijakan tersebut sebagai imbas kenaikan bahan bakar avtur dan nilai dolar yang tingg. Namun, harus tetap didiskusikan antar stakeholder sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

"Kami selaku penyelenggara telah menjual paket lebih awal dengan harga yang sudah disepakati. Sehingga (kebijakan) ini bisa menurunkan percayaan masyarakat terhadap kami, karena kami terkesan menaikkan harga secara tiba-tiba tanpa konfirmasi terlebih dahulu," ungkap dia. (NDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD