"Kami berharap gerakan ini menjadi penghubung antara semangat masyarakat untuk berbagi dengan pengelolaan dana sosial yang semakin profesional, transparan, dan terpercaya," ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur Laznas BMH, Supendi menjelaskan bahwa Gerakan Subuh Bersedekah lahir dari kebutuhan menghadirkan solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi para donatur.
Dia merasa banyak masyarakat memiliki keinginan untuk bersedekah secara rutin, namun sering kali tertunda karena kesibukan atau sulitnya mengakses kanal donasi pada saat yang tepat.
"Yang kami bangun bukan hanya aplikasi ataupun QRIS. Yang ingin kami bangun adalah sebuah gerakan, yaitu membiasakan masyarakat memulai hari dengan bersedekah sehingga berbagi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari," ujar Supendi.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menentukan komitmen sedekah harian, mingguan, Jumat, maupun bulanan, memilih nominal sesuai kemampuan, melakukan pembayaran secara digital, hingga memperoleh pengingat dan laporan penyaluran dana secara berkala.