"Jamaah tidak perlu lagi terbebani oleh 'tentengan' kurma dari Arab Saudi yang sering kali melampaui batas bagasi sebesar 27 kilogram. Dan kami yakin harga kurma di tanah air jauh lebih murah dibanding harga kurma di Arab Saudi," tuturnya.
Menhaj juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penuh keberadaan Kurma Park di Pasuruan.
Dia berharap model perkebunan ini dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat ekosistem haji.
"Saya mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam mendukung perkebunan kurma ini. Semoga kurma di tempat ini bisa mengambil peran sentral dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji di Indonesia, sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat kita," tutur dia.
(kunthi fahmar sandy)