sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menhaj Tinjau Kesiapan Dapur di Madinah, Pastikan Cita Rasa Nusantara untuk Jamaah Indonesia

Syariah editor Kunthi Fahmar Sandy
21/02/2026 01:20 WIB
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan layanan konsumsi bagi jamaah memenuhi standar kualitas, kesehatan, dan memiliki cita rasa orang Indonesia
Menhaj Tinjau Kesiapan Dapur di Madinah, Pastikan Cita Rasa Nusantara untuk Jamaah Indonesia (FOTO:Dok Kemenhaj)
Menhaj Tinjau Kesiapan Dapur di Madinah, Pastikan Cita Rasa Nusantara untuk Jamaah Indonesia (FOTO:Dok Kemenhaj)

IDXChannel – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf melakukan supervisi dan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur penyedia katering bagi jamaah haji Indonesia 1447H/2026M di Madinah.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan layanan konsumsi bagi jamaah memenuhi standar kualitas, kesehatan, dan memiliki cita rasa yang akrab dengan lidah orang Indonesia.


Menhaj menekankan pentingnya penggunaan bahan baku asal Indonesia guna mendukung ekosistem ekonomi nasional sekaligus menjaga kualitas rasa.

"Pemerintah ingin dapur-dapur ini menggunakan bumbu masak langsung dari Indonesia, termasuk juga untuk beras. Saya meminta agar perlakuan (treatment) terhadap beras Indonesia dilakukan dengan tepat, sesuai dengan cara kita memasak di Tanah Air agar tekstur dan rasanya pas," ujar Menhaj di sela-sela pengecekan ke salah satu dapur di Madinah, seperti dikutip dari keterangan informasi, Jumat (20/2/2026).

Selain aspek rasa, keamanan pangan juga menjadi fokus utama dalam inspeksi ini. Menhaj berkeliling memastikan setiap sudut fasilitas produksi memenuhi standar kebersihan yang ketat.

"Tempat penyimpanan bahan-bahan harus dipastikan bersih dan higienis. Saya juga meminta kapasitas produksi, mulai dari area memasak hingga tempat pengemasan (packing), harus mampu memenuhi kebutuhan sesuai dengan jumlah jamaah haji yang dilayani tanpa mengurangi kualitas," kata dia.

Menhaj berharap komitmen penyedia layanan katering dalam mempekerjakan juru masak asal Indonesia dapat dipertahankan. Hal ini dinilai krusial agar jamaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Sebisa mungkin masakan untuk jamaah haji kita serupa rasanya dengan yang ada di Tanah Air. Kehadiran juru masak asli Indonesia sangat membantu dalam menjaga konsistensi rasa dan aroma Nusantara tersebut," tuturnya.

Pengecekan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan operasional haji tahun 2026 untuk menjamin kenyamanan jamaah Indonesia selama berada di Madinah.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement