Dalam sidang isbat tersebut, Kemenag melibatkan sejumlah pihak, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, BMKG, BRIN, Observatorium Bosscha ITB, Badan Informasi Geospasial, Planetarium Jakarta, hingga Komisi VIII DPR RI.
Berdasarkan laporan petugas rukyat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hilal dilaporkan berhasil terlihat sehingga pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026.
Sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan pemaparan dari tim hisab rukyat Kemenag serta tokoh agama. Setelah itu, sidang tertutup digelar sebelum hasil penetapan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers.
(DESI ANGRIANI)