Cecep menyebut, tinggi hilal di Indonesia saat rukyat berkisar antara 3,29 derajat hingga 6,95 derajat. Sementara elongasinya berada di rentang 8,91 derajat sampai 10,62 derajat.
“Posisi hilal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimal 3 dan elongasi minimum 6,4,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat hilal awal Dzulhijjah 1447 H sangat memungkinkan untuk diamati.
“Oleh karenanya posisi hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah pada hari rukyat ini secara kualitatif hilal sangat memungkinkan dapat diamati,” katanya.
Dalam paparannya, Cecep juga menegaskan bahwa metode penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah di Indonesia dilakukan melalui kombinasi hisab dan rukyat.