Jaenal menambahkan kondisi swasembada beras saat ini merupakan momentum emas. Selama ini, tantangan utama penggunaan beras lokal adalah faktor harga. Namun, dengan penguatan ekosistem ekonomi haji, pemerintah optimistis produk nasional dapat memiliki daya saing yang kuat.
Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno menyebutkan bahwa langkah ini adalah bagian dari membangun legacy baru.
"Melalui sinergi ini, kami menjembatani agar perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di tanah air," kata dia.
Dengan perencanaan yang dimulai sejak dini, Ditjen PE2HU optimistis bahwa pada musim haji mendatang, jamaah haji Indonesia dapat menikmati nasi dari beras produksi petani Indonesia sendiri, yang sekaligus akan memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
(kunthi fahmar sandy)