AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

RI Negara Paling Dermawan di Dunia, Wapres: Jadi Modal Pengumpulan Zakat Infak Sedekah

SYARIAH
Binti Mufarida
Rabu, 20 April 2022 17:30 WIB
Wapres Ma'ruf Amin mengungkapkan Indonesia menjadi negara paling dermawan di dunia.
RI Negara Paling Dermawan di Dunia, Wapres: Jadi Modal Pengumpulan Zakat Infak Sedekah (Dok.MNC)
RI Negara Paling Dermawan di Dunia, Wapres: Jadi Modal Pengumpulan Zakat Infak Sedekah (Dok.MNC)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengungkapkan Indonesia menjadi negara paling dermawan di dunia. Dimana Indonesia mendapat apresiasi dari Charity Aid Foundation (CAF) yang menempatkan menjadi negara paling dermawan di dunia menurut World Giving Index 2021.

"Ketika negara-negara barat menurun peringkatnya, Indonesia justru melesat, tercatat 8 orang dari 10 orang Indonesia menyumbangkan uangnya," kata Wapres di kantor BAZNAS, Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Wapres mengatakan sikap berderma yang telah mengakar merupakan modal kita untuk meningkatkan pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS), didukung tingginya populasi penduduk muslim.  

Saat ini, kata Wapres, potret kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi, terutama akibat himpitan ekonomi selama pandemi. Pemerintah meningkatkan alokasi dana bantuan sosial untuk menopang daya beli masyarakat. 

"Namun bantuan sosial dari pemerintah tersebut masih belum mencukupi untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat," katanya.

Oleh sebab itu, Wapres meminta agar pengumpulan ZIS diperlukan sebagai pola distribusi pendapatan antarkelompok masyarakat, sekaligus menjadi salah satu jalan keluar umat dari jerat kemiskinan.

Namun, kata Wapres, realisasi ZIS yang terkumpul melalui BAZNAS masih jauh dari potensi penerimaannya yang diproyeksikan Rp327,6 triliun per tahun.

Pada tahun 2021 jumlah ZIS yang tersalurkan mencapai lebih dari Rp70 triliun, tetapi pengumpulan ZIS melalui BAZNAS hanya mencapai Rp. 11,5 triliun karena sebagian besar penyaluran zakat masyarakat tidak dilakukan melalui organisasi pengelola zakat resmi. 

"Perlu upaya ekstra untuk meningkatkan penghimpunan ZIS melalui BAZNAS, dengan harapan target sebesar Rp26 triliun pada tahun 2022 dapat tercapai. Bahkan penghimpunan ZIS melalui BAZNAS berpotensi lebih tinggi lagi, seiring dengan membaiknya perekonomian nasional pasca pandemi," papar Wapres.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD