AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Yuk Kenali Keadaan Hewan yang Tak Boleh Dijadikan Kurban Saat Idul Adha

SYARIAH
Novi Fauziah
Sabtu, 25 Juni 2022 08:00 WIB
Berkurban di Hari Raya Idul Adha, menjadi salah satu momen yang paling berharga dan mulia bagi yang mengurbankannya.
Berkurban di Hari Raya Idul Adha, menjadi salah satu momen yang paling berharga dan mulia bagi yang mengurbankannya.
Berkurban di Hari Raya Idul Adha, menjadi salah satu momen yang paling berharga dan mulia bagi yang mengurbankannya.

IDXChannel - Berkurban di Hari Raya Idul Adha, menjadi salah satu momen yang paling berharga dan mulia bagi yang mengurbankannya. Hewan yang bisa dijadikan kurban yaitu sapi, kambing dan unta dalam keadaan sehat serta sempurna.

Lalu hewan dalam keadaan seperti apa yang tidak sah untuk dikurbankan?

Dikutip dari channel YouTube Ruang Sunnah Channel, Pembina Konsultasi Syariah Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A mengatakan, ada empat jenis keadaan hewan yang tidak boleh dikurbankan.

1. Buta sebelah yang jelas butanya.

Ia menjelaskan, cara mengecek buta terhadap hewan, yaitu dengan mencolok matanya. Apabila saat dicolok bergerak, artinya sehat matanya.

"Tapi kalau dicolok ya diem aja (berarti buta)," terangnya. 

Hal ini berlaku, meskipun matanya masih kelihatan bagus, bola mata sampai retinanya masih dalam keadaan utuh, barangkali sarafnya yang putus.

2. Sakit yang jelas sakitnya

Namun jika sakitnya belum jelas, masih terlihat normal maka masih boleh digunakan sebagai hewan kurban.

3. Pincang yant jelas pincangnya

"Hewan yang sangat kurus, speeri tidak memiliki sumsum," (HR. Nasai &Abu Daud dan disahihkan Al-Albani).

Di sini jelas butanya menurut siapa? Menurut orang yang melihatnya, bukan menurut hewan. Sebab hewannya tidak bisa diajak komunikasi" 

Adapun dalil yang menjelaskan tentang kurban, yaitu salah satunya sebagai berikut:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (36) }

"Dan telah Kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kalian memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah oleh kalian nama Allah ketika kalian menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kalian, mudah-mudahan kamu bersyukur." (QS. Al hajj: 36)

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD