Amodei mengatakan setiap perlambatan yang dilakukan negara-negara demokratis harus dibatasi agar Amerika Serikat tetap unggul atas China. Menurut dia, keunggulan China dalam AI akan menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
“Pengaturan laju pengembangan di negara-negara demokratis akan dibatasi oleh keunggulan yang dimiliki perusahaan-perusahaan AS atas rezim otoriter, terutama Partai Komunis China,” tulis Amodei.
Amodei menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap cip AI canggih, distilasi model, serta pencurian bobot model untuk mencegah China mempersempit kesenjangan.
“Saya percaya seluruh perusahaan AI terdepan harus bekerja sama dengan pemerintah untuk memformalkan gagasan mengenai evaluator permanen yang ditempatkan di dalam perusahaan, guna mencegah dan mendokumentasikan insiden terkait penyelarasan internal seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, serta menerapkan regulasi yang berfokus pada menjaga keseimbangan antara kemampuan AI dan keselamatan,” tulis Amodei.
(NIA DEVIYANA)