sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dirut Telkom Sebut Infrastruktur dan Keamanan Digital Jadi Fondasi Industri AI Masa Depan

Technology editor Rahmat Fiansyah
29/10/2026 12:15 WIB
Telkom menilai penguatan konektivitas, pusat data, dan ekosistem AI menjadi fondasi penting dalam membangun industri AI masa depan.
Telkom menilai penguatan konektivitas, pusat data, dan ekosistem AI menjadi fondasi penting dalam membangun industri AI masa depan. (Foto: Ist)
Telkom menilai penguatan konektivitas, pusat data, dan ekosistem AI menjadi fondasi penting dalam membangun industri AI masa depan. (Foto: Ist)

Meski adopsi AI terus meningkat, penciptaan nilai bisnis masih menjadi tantangan. Dalam paparannya, Nanang menyampaikan bahwa 95 persen proyek percontohan (pilot) AI generatif belum memberikan dampak terhadap laba-rugi perusahaan. Sementara itu, hanya 25 persen perusahaan yang mencapai tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) sesuai harapan.

Integrasi AI ke dalam alur kerja perusahaan juga masih terbatas. Baru 21 persen perusahaan yang mendesain ulang proses kerjanya untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi AI perlu diikuti perubahan proses bisnis dan didukung lima faktor agar dapat berkembang menjadi industri berkelanjutan, yakni biaya yang terjangkau, permintaan pasar, penyesuaian alur kerja, ekosistem mitra dan pengembang, serta kepastian standar dan regulasi.

Berdasarkan analisis terhadap potensi pembentukan industri, terdapat lima kandidat industri global masa depan. Kelimanya meliputi konektivitas terintegrasi yang mencakup darat, laut, udara, dan edge AI; pusat data AI berskala besar yang didukung komputasi dan energi andal; infrastruktur kepercayaan digital; ekonomi berbasis agen AI (agentic economy); serta layanan otonom berbasis AI (Autonomous-as-a-Service) untuk sektor industri dan pemerintahan. Dua bidang pertama merupakan kapabilitas inti Telkom, sedangkan tiga bidang lainnya menjadi area yang berpotensi besar untuk dikembangkan.

Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, Telkom membangun fondasi tersebut melalui pengembangan konektivitas, pusat data, serta platform dan aplikasi AI. Perseroan memiliki kapasitas satelit sebesar 42,2 Gbps, jaringan serat optik dan kabel laut sepanjang lebih dari 211 ribu kilometer, serta 58 titik kehadiran internasional (international Points of Presence/PoPs).

Di sisi komputasi, NeutraDC mengoperasikan kapasitas pusat data sebesar 48,4 MW per kuartal III-2026 di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan aspirasi ekspansi hingga 1 gigawatt. Pengembangan infrastruktur pusat data juga perlu didukung ketersediaan energi dan sistem pendinginan yang andal untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement