Insiden-insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengamanan yang diperlukan seiring agen AI memperoleh otonomi yang lebih besar serta akses ke internet dan sistem komputer.
Dalam salah satu kasus, model Gemini menebak kata sandi berulang kali hingga berhasil memperoleh akses ke sistem yang dilindungi. Dalam dua kasus lainnya, model tersebut menemukan kredensial di repositori publik yang kemudian memungkinkannya mengakses sistem yang dilindungi, menurut Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan berita tersebut pada Jumat.
Meski demikian, dalam ketiga kasus tersebut, model menghentikan upaya peretasannya.
(NIA DEVIYANA)