Dalam implementasi investasi tersebut, Google Cloud menerapkan strategi baru di pasar Indonesia yang disebut sebagai konsep Forward Deployed Engineer. Lewat konsep ini, para ahli dan insinyur dari Google akan diterjunkan langsung untuk duduk bersama dengan pihak perusahaan atau customer.
Langkah ini bertujuan untuk memetakan kendala organisasi, mencari solusi nyata, hingga membangun sistem AI yang sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis nasabah.
"Tugasnya forward deployed engineer adalah duduk bersama dengan customer Google agar bisa mengetahui dan mencari solusi yang benar-benar nyata, yang bisa membantu bisnis nasabah kita dan membangun solusinya. Sehingga yang kita sebut AI itu dapat implementasinya langsung dilakukan dengan ekspert-ekspert kita dari Google," tuturnya.
Karim menambahkan bahwa kehadiran komputasi awan (cloud) berfungsi sebagai mesin penggerak utama di balik adopsi teknologi ini. Integrasi yang selaras antara AI dan teknologi cloud diyakini mampu memberikan rasa percaya diri bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan komputasi maupun kapasitas memori ke depan.
“Sekarang cloud itu menjadi seperti mesin penggerak utama dari AI. Jadi kalau ada AI on top of cloud technology, kita itu bisa cukup confident penggunaan AI ke depannya tidak akan ada kendala dari sisi compute, dari sisi memori dan sebagainya," pungkas Karim.