Kemudahan pengerjaan tugas kuliah kini tidak lagi terbatas oleh sekat ruang fisik dan ketergantungan pada koneksi internet yang stabil. Dukungan perangkat lunak mutakhir memungkinkan proses transfer data antargawai berjalan secara instan tanpa hambatan teknis yang berarti.
"Saat nugas di luar ruangan kita cukup membawa ponsel lipat ini untuk mengetik menggunakan fitur AI on-device secara luring, lalu sesampainya di kosan, semua pekerjaan tersebut dapat dipindahkan ke laptop secara seamless lewat Samsung DeX," katanya.
Sistem pemrosesan komputasi lokal (on-device) tersebut memungkinkan pengerjaan tugas pengeditan tulisan hingga transkripsi audio berjalan mulus secara mandiri di dalam ponsel tanpa membutuhkan sambungan internet konvensional. Fitur ini dirancang khusus guna mempermudah mahasiswa dalam menyusun laporan riset harian di mana saja.
Pemanfaatan kecerdasan buatan terbukti memangkas waktu belajar mandiri mahasiswa secara signifikan, terutama dalam merangkum materi perkuliahan yang padat. Metode perekaman otomatis ini menjadi solusi jitu bagi mahasiswa untuk tetap menyerap ilmu di tengah rasa lelah fisik yang melanda.
"Mahasiswa kini bisa langsung memanfaatkan AI untuk riset, bahkan jika lelah saat kuliah tinggal merekam penjelasan dosen lewat ponsel, dan AI akan langsung mengubahnya menjadi transkrip tulisan yang siap dipelajari kembali secara mudah," ujar Cak Dan.
(Dhera Arizona)