IDXChannel - Raksasa teknologi China, Xiaomi, mencatatkan penurunan laba untuk tiga triwulan secara berturut-turut.
Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (19/8/2026), krisi pasokan chip memori global menekan salah satu produsen smartphone terbesar di dunia itu.
Laba bersih anjlok 43 persen menjadi 6,2 miliar yuan, sekitar Rp16,5 triliun, pada kuartal II-2026.
Pada April-Juni, total pendapatan turun 6,1 persen, semendapatan divisi smartphone merosot 7,5 persen.
Xiaomi termasuk di antara korban terbesar dari krisis chip memori global yang sedang berlangsung. Produsen semikonduktor memprioritaskan pembuatan chip canggih untuk kecerdasan buatan (AI), memicu kekurangan pasokan chip memori konvensional sehingga mendorong lonjakan harga.