Menurut perusahaan riset Counterpoint, Xiaomi mencatatkan penurunan pengiriman smartphone terbesar di antara lima merek teratas dunia pada April-Juni.
Strategi perusahaan untuk menangkap seluruh spektrum permintaan smartphone, dari ponsel premium dengan layar lipat hingga perangkat murah, membuatnya sangat rentan terhadap krisis memori.
Selain smartphone, Xiaomi juga memproduksi sejumlah produk elektronik, termasuk kendaraan listrik (EV).
Xiaomi akan mulai menjual mobil listrik ke luar negeri tahun depan, yang dapat mendorong bisnis ini menjadi penggerak pertumbuhan perusahaan dan menjadi ancaman bagi merek-merek Barat yang sudah mapan.
Namun, bisnis EV perusahaan menghadapi sejumlah tantangan dalam ekspansinya, termasuk tarif, pengawasan regulasi, dan standar keselamatan yang lebih ketat. (Wahyu Dwi Anggoro)