IDXChannel - Microsoft berencana mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pekan depan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk memangkas pengeluaran dan mengalihkannya untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Pemutusan hubungan kerja ini akan berdampak pada ribuan posisi, termasuk divisi penjualan dan konsultasi Microsoft serta divisi game Xbox, demikian dilaporkan Business Insider pada Rabu (1/7/2026), mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Pemutusan hubungan kerja ini akan lebih kecil daripada PHK serupa tahun lalu. Menurut laporan tersebut, jumlah karyawan yang dirumahkan akan kurang dari 2,5 persen dari 220.000 karyawan perusahaan atau sebanyak 5.500.
Raksasa teknologi tersebut telah secara bertahap memangkas posisi selama tiga tahun terakhir, seiring upaya untuk mengendalikan biaya dan mengalihkan sebagian besar pengeluaran ke arah kecerdasan buatan.
Adapun Microsoft meraup pendapatan sebesar USD82,9 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun pada Januari-Maret 2026. Dilansir dari Xinhua pada Kamis (30/4/2025), angkanya naik 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya, serta melampaui ekspektasi pasar.
Sementara itu, laba bersih triwulanan perusahaan mencapai USD31,8 miliar, naik 23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Laba per saham yang terdilusi mencapai USD4,27," kata Microsoft dalam laporan keuangannya.
Dengan kinerja tersebut, Microsoft menggelontorkan 10,2 miliar dolar kepada pemegang saham dalam bentuk dividen dan pembelian kembali saham pada kuartal tersebut.
"Kami fokus pada penyediaan infrastruktur dan solusi cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang memberdayakan setiap bisnis untuk memaksimalkan hasil mereka di era komputasi agen," kata CEO Microsoft Satya Nadella.
(Febrina Ratna Iskana)